Bisakah Melakukan Terapi Skoliosis Sendiri Tanpa Operasi?

Terapi skoliosis sendiri bagi para penderita kelainan tulang memang diperlukan. Pasalnya untuk melakukan tindakan operasi memang cukup beresiko. Kecuali memang mereka yang mengalami skoliosis karena bawaan lahir dan atau akibat kecelakaan yang dialami. Maka diperlukan tindakan operasi karena adanya kelainan yang perlu diperbaiki bukan dengan cara alami.

Sedangkan untuk mereka yang mengalami skoliosis bukan karena dua hal di atas, sebaiknya melakukan terapi sendiri terlebih dahulu. Barulah setelah berbagai terapi mandiri dilakukan dan tidak berhasil, jalan terakhir terpaksa dilakukan operasi. Apa sebenarnya penyakit skoliosis, apa penyebabnya, dan bagaimana menanganinya? Artikel berikut akan membahasnya.

Pengobatan dengan Terapi Skoliosis Sendiri

Pada dasarnya ada dua cara yang dapat ditempuh untuk mengobati skoliosis.  Cara yang pertama dilakukan sebagai langkah awal bila terdeteksi mengalami skoliosis. Cara ini adalah melakukan pengobatan tanpa operasi. Sedangkan cara yang kedua adalah dengan operasi. Cara ini ditempuh apabila cara pertama telah dilakukan dan tidak berhasil. Berikut penjelasan kedua cara tersebut:

1. Tanpa Operasi dan Dilakukan di Rumah

Terapi skoliosis sendiri atau mandiri tanpa operasi dapat dilakukan dengan brace atau penyangga tulang. Dengan menggunakan brace telah terbukti bahwa lengkung tulang belakang dapat berkurang. Bukan itu saja, penggunaan brace dapat mengurangi rasa sakit, bentuk tubuh dapat diperbaiki dengan mengurangi tonjolan pada tulang iga. Bahu serta penggang juga dapat disejajarkan dengan penggunaan brace. 

Penggunaan brace dapat dilakukan terutama bagi mereka yang menderita kelainan bentuk tulang belakang ini dengan derajat kurva lebih dari 30 derajat. Seorang pasien mengaku karena takut akan tindakan operasi, maka ia lebih memilih melakukan terapi mandiri. Memang tindakan operasi cenderung membuat banyak orang menjadi khawatir karena membayangkan efek yang akan terjadi bila operasi gagal. 

Setelah 7 bulan melakukan terapi mandiri dan menggunakan brace, hasilnya cukup bagus. Namun penggunaan brace tersebut awalnya tidak disertai exercise yang sesuai arahan. Efeknya derajat kelengkungan malah meningkat hingga 55 derajat. Terapi pun diubah dengan menggunakan brace dan melakukan latihan fisik sesuai program yang khusus dibuat untuk penderita skoliosis. Hasilnya kurva turun menjadi 30 derajat. 

2. Exercise

Dengan melakukan exercise tertentu dapat mengatasi skoliosis tanpa operasi.  Exercise telah disesuaikan dengan keadaan tulang punggung yang mengalami ketidaknormalan. Bukan exercise biasa atau konvensional, namun exercise yang disesuaikan dengan bentuk kurva. Selain itu melakukan latihan fisik dengan menggunakan alat fisioterapi dalam rangka mengurangi rasa nyeri yang menyerang. 

Setelah penjelasan-penjelasan tentang meringankan skoliosis telah dijabarkan dalam artikel di atas, maka untuk mencegah terjadinya skoliosis, sangat disarankan agar melakukan deteksi dini. Deteksi dini penyakit skoliosis terlebih saat ini benar-benar diperlukan. Kelainan ini rupanya meningkat pesat belakangan ini. Seiring dengan perubahan gaya hidup. 

Untuk lebih merasakan manfaat terapi skoliosis sendiri, maka harus sesuai dengan program yang telah dirancang dan sesuai dengan penelitian. Sayang sekali bila melakukan terapi mandiri tanpa program yang jelas. Waktu akan terbuang sia-sia tanpa perubahan berarti. Sedangkan bila melakukan terapi dengan bantuan kliniktulangbelakang.com, maka diharapkan proses penyembuhan lebih cepat.