Mengenal Fungsi Transistor NPN dan Berbagai Rangkaian Elektronik

Apabila kamu salah satu teknisi kelistrikan maka harus paham mengenai fungsi transistor NPN. Hal ini bertujuan agar kamu lebih paham mengenal berbagai kerusakan yang terjadi pada perangkat elektronik. Jadi transistor ini terbagi menjadi dua yaitu NPN dan PNP, namun kali ini kita akan membahas mengenai transistor NPN.

Setiap perangkat elektronik pastinya memiliki komponen transistor NPN. Jadi penting sekali kamu memahami cara kerja dari transistor tersebut. Transistor merupakan salah satu komponen yang memiliki 3 kaki yang disebut sebagai emitor, kolektor, dan basis.

Emitor berperan sebagai penghasil muatan negatif, kolektor berfungsi untuk menyalurkan muatan negatif keluar dari transistor. Sementara basis ini berperan untuk mengatur muatan negatif keluar melalui kolektor dari transistor. Transistor sendiri berperan untuk memperkuat arus listrik di dalam rangkaian listrik.

Fungsi Transistor NPN

Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan mengenai beberapa fungsi transistor NPN. Selengkapnya bisa simak penjelasan berikut ini :

  • Fungsi transistor sebagai saklar

Pada umumnya semua orang akan menggunakan sistem kontrol dengan menggunakan transistor sebagai saklar atau switch. Fungsi transistor sebagai saklar bertujuan untuk meminimalisir terjadi kerusakan pada rangkaian listrik.  

Kita bisa ambil contoh pada sistem control relay AC yang menggunakan Arduino. Sebenarnya tegangan output Arduino tidak bisa mengontrol Relay AC.

Terlebih ketika dihubungkan langsung bisa membuat Arduino alami kerusakan. Agar tidak terjadi kerusakan dibutuhkan rangkaian transistor untuk dijadikan sebagai saklar.

  • Sebagai driver motor DC

Perlu kamu ketahui selain berfungsi sebagai saklar, transistor NPN ini juga berfungsi sebagai driver motor DC. Jadi keberadaan transistor ini mengendalikan langsung fungsi dari motor DC.

Ketika transistor posisinya off maka motor juga akan off. Motor ini akan nyala saat transistor pada kondisi saturasi. Selain itu transistor ini berperan untuk menentukan arah putaran motor DC.

  • Transistor sebagai penguat arus

Pada rangkaian listrik, arus listrik yang masuk itu tidak selalu stabil dan sesuai kebutuhan. Hal inilah yang membuat rangkaian listrik tidak mampu mengangkat beban sesuai kebutuhan. Jadi agar sistem kerjanya lebih maksimal dibutuhkan transistor NPN. Nah, dengan menggunakan transistor tersebut rangkaian listrik bisa lebih kuat.

Apabila tanpa menggunakan transistor tegangan output 7805 yaitu 5 volt. Sementara kemampuan arus yang dilewati 500mA. Kalau beban arus lebih dari 500mA akan menyebabkan kerusakan. Agar tidak terjadi kerusakan dibutuhkan transistor sebagai penguat arus.

 

Fungsi transistor BC547

Transistor NPN ini merupakan kondisi kolektor dan emitor terbuka ketika pin bias ditahan pada ground. Transistor bc547 ini memiliki nilai kapasitas amplifikasi transistor sebesar 110 sampai 800.

Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan lebih detail mengenai fungsi transistor bc547. Berikut penjelasannya :

  • Sebagai switch

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa transistor bc547 ini digunakan sebagai saklar terbuka saat bias maju. Selain itu akan menjadi saklar tertutup saat bias terbalik.

Bias akan tercapai kalau mendapatkan pasokan arus untuk pin basis maksimal 5mA. Kalau lebih dari 5mA akan menyebabkan transistor mati.

  • Sebagai amplifier

Transistor bc547 akan digunakan sebagai amplifier ketika beroperasi di daerah aktif untuk memperkuat tegangan, memperkuat daya, dan arus dengan konfigurasi berbeda.

Ada beberapa konfigurasi yang digunakan adalah penguat kolektor umum, penguat emitor umum, dan penguat basis umum. Penguat emitor merupakan tipe yang paling banyak digunakan dan yang paling populer.

 

Demikianlah penjelasan mengenai fungsi transistor NPN pada setiap rangkaian elektronik. Biasanya transistor ini digunakan sebagai penguat arus, saklar, penghasil detak flip flop, penguat audio, dan lainnya. Semoga dengan adanya penjelasan ini kamu akan lebih paham akan fungsi transistor pada rangkaian elektronik.